Contoh Tulisan Berjalan

Senin, 04 Mei 2015

menejemen kelas efektif

Bab 1
Menejemen kelas

A.    Pentingnya menejemen kelas
Menejemen kelas adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Pentingnya menejemen kelas adalah menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif, yaitu dengan mengatur ruang kelas dengan baik. Ruang kelas adalah tempat dimana siswa secara konsisten terlibat pembelajaran yang produktif. Kelas-kelas yang efektif merupakan hasil dari menejemen kelas yang efektif.
Guru dengan ketrampilan menejemen kelas yang efektif. Secara fisik mengatur ruang kelas dengan cara mengurangi ganguan dan memfasilitasi interaksi guru dan siswa, menciptakan iklim dimana para siswa merasa mereka memiliki motivasi untuk belajar, menetapkan batas-batas yang dapat diterima untuk perilaku, merencanakan aktifitas-aktifitas yang mendorong perilaku mengerjakan tugas, memonitor siswa apa yang siswa lakukan, memodifikasi startegi-strategi pengajaran ketika diperlukan.
A.    Pengertian menejemen kelas
Menejemen kelas adalahsuatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Menejemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah managing pengelolaan. Sedangkan pelaksanaannya di sebut dengan manajer atau pengelola. Beberapa pakar pendidikan mengungkapkan devinisi masing-masing kata untuk pengertian yang lebih mendalam.
Menurut oemar hamalik “kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapatkan pengajaran dari guru”. Pengertian ini jelas ditinjau dari segi anak didik karena dalam pengertian tersebut ada frase kelompok orang. Sedangkan menurut suharsini arikunto, kelas adalah “sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama”.
Haidadio nawawi dengan mengatakan:
Menejemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa.
Secara umum menejemen kelas adalah dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang dapat memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Penerapan menejemen kelas produknya dinamis sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
B.     Tujuan menejemen kelas
Tujuan menejemen kelas adalah kelas pada hakekatnya sudah terkandung pada tujuan pendidikan secara umum. Menurut sudirman (2000), tujuan menejemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan untuk memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasin pada siswa.
Suharsimi arikonto, (2004), berpendapat bahwa tujuan menejemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikunto menguraikan tujuan menejemen kelas, sebagaimana berikut ini:
1.      Mewujudkan siuasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar atau sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangin terwujutnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar dengan lingkungan sosial, emosional dan intelek siswa dalam belajar.
4.      Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
1.      Prinsip menejemen
Ø  Hangat dan antusias
Guru yang hangat dan akrab pada peserta didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
Ø  Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, dan cara kerja, atau bahan-bahan yang menentang akan meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar sehingga mengurangi potensi munculnya tingkah laku yang menyimpang.
Ø  Bervariasi
Pengunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan peserta didik akan mengurangi munculnya ganguan, meningkatkan perhatian peserta didik.
Ø  Keluesan
Keluesan tingkah laku guru untuk merubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya ganguan peserta didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
Ø  Penekanan pada hal positif
Guru harus mampu menekankan pada hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif.
Ø  Penanaman disiplin diri.
Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah peserta didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanan tanggung jawab.
1.      Pendekatan menejemen kelas.
Ø  Pendekatan kekuasaan
Ø  Pendekatan ancaman
Ø  Pendekatan kebebasan
Ø  Pendekatan resep
Ø  Pendekatan pengajaran
Ø  Pendekatan perubahan perilaku
Ø  Pendekatan sosial emosional
Ø  Pendekatan kerja kelompok
Ø  Pendekatan elektis dan prulalistik
Ø  Pendekatan teknologi dan informasi
Bab II
KBM (kegiatan belajar mengajar)


A.    Pengertian kelas dan KBM
Kelas adalah sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dan kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan guru dan murid yang harus mempunyai pola tertentu, seperti di kemukakan J.J Hasibuan yang di kutip oleh satyaswari (1998:17) berikut ini: strategi belajar mengajar adalah pola umum perbuatan guru dan murid didalam kegiatan belajar mengajar. Pengertian strategi dalam hal ini menunjuk pada karakteristik abstrak dari rentetan guru murid didalam peristiwa belajar mengajar. Sedangkan rentetan perbuatan guru murid dalam suatu peristiwa belajar mengajar aktual tertentu, dinamakan prosedur intruksional.

B.     Latar belakang siswa dan pengaruhnya terhadap kondisi kelas
Sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan berupaya membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Akan tetapi keberhasilan proses belajar mengajar banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri siswa, maupun dalam sosial ekonominya. Keluarga dengan pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain. Berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan yang relatif rendah, pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah, begitu juga dengan keperluan lainnya. Menurut Hamalik (1983) keadaan sosial ekonomi yang baik dapat menghambat ataupun mendorong dalam belajar. Masalah biaya pendidikan juga merupakan sumber kekuatan dalam belajar karena kurangnya biaya pendidikan akan snagat mengangu kelancaran belajar. Salah satu fakta yang mempengaruhi tingkat pendidikan  anak adalah pendapatan keluarga. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap prestasi belajar siswa di sekolah maupun dikelas, sebab segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang tua.

C.    Hubungan harmonis guru – siswa dalam KBM
Proses pembelajaran ataupun kegiatan belajar mengajar tidak bisa lepas dari keberadaan guru. Hubungan guru dan siswa adalah sebagai informator, organisator, motivator, pengarah/director, inisiator, fasilitator, mediator, evaluator.
D.    Iklim kelas kondusif  bagi KBM
Lingkungan sistim pembelajaran meliputi berbagai hal yang dapat memperlancar proses belajar mengajar dikelas seperti: kompetensi dan krativitas guru dalam mengembangkan materi pembelajaran, pengunaan metode dan gaya belajar yang bervariasi, pengaturan waktu dalam proses belajar mengajar dan pengunaan media dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta penentuan evaluasi untuk mengukur belajar siswa. Yang menjadi penekanan dalam penciptaan  atmosfir belajar yang kondusif adalah penciptaan suasana pembelajaran yang: menyenangkan, mengasikkan, mencerdaskan, menguatkan.
E.     Strategi guru dalam penciptaan menejemen kelas efektif
1.      Kelas merupakan sistim yang diorganisasi untuk tujuan tertentu yang dilengkapi dengan tugas-tugas dan dipimpin dan diarahkan oleh guru.
2.      Guru merupakan tutor dan teladan bagi semua peserta didik yang ada dikelas.
3.      Kelompok belajar yang ada di kelas memiliki perilaku tertentu yang kadang berbeda dengan perilaku kelompok maupun individu lainnya didalam kelas. Oleh karena itu kelompok-kelompok yang dikelas perlu mendapat perhatian.
4.      Kelompok belajar yang ada di kelas memberikan pengaruh terhadap individu yang menjadi anggotanya.
5.      Dalam belajar dan pembelajaran, praktek guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan peserta didik. Keterampilan guru yang semakin meningkat dalam mengelola individu dalam kelompok belajar akan semakin meningkat kepuasan individu yang ada didalam kelas.
6.      Struktur kelompok belajar, pola komunikasi kelompok belajar yang terbentuk, dan kesatuan kelompok belajar ditentukan oleh keterampilan menejerial guru dalam mengelola kelompok belajar yang ada di kelas.

7.      Struktur kelompok belajar, pola komunikasi kelompok belajar yang terbentuk, dan kesatuan kelompok belajar ditentukan oleh keterampilan guru sebagai pemersatu di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar